Popular Post

Popular Posts

Posted by : Reyhan Lubis Selasa, 28 Maret 2017

RESUME 


Pendidikan Multikultural merupakan pendidikan yang menghargai perbedaan dan mewadahi beragam persektif dari berbagai kelompok kultural. 
Tujuannya adalah pemerataan kesempatan bagi semua murid yang mempersempit gap dalam prestasi akademik antara murid kelompok utama dengan kelompok minoritas. 
Keadilan sosial merupakan salah satu nilai dasar dalam bidang ilmu. komponen utamanya ialah reduksi prasangka dan pedagogi ekuitas.

reduksi prasangka merupakan aktivitas yang dapat diimplementasikan guru di kelas untuk mengeleminasi pandangnan negatif dan stereotip terhadap orang lain. 
Pedagogi ekuitas merupakan modifikasi proses pengajaran dengan memasukkan materi dan strategi yang tepat baik untuk anak lelaki atau perempuan dan untuk semua kelompok etnis. 

MeEMBERDAYAKAN MURID
Pemberdayaan merupakan memberi orang kemampuan intelektual dan keterampilan memecahkan masalah agar berhasil dan menciptakan dunia yang lebih adil.
Sonia Nieto (1992) seorang keturunan Puerto Rico yang besar di New York City memberikan rekomendasi sebagai berikut :
1. Kurikulum sekolah harus jelas, antirasis, dan antidiskriminasi.
2. Pendidikan multikultural harus menjadi bagian dari setiap pendidikan murid.
3. Murid harus dilatih untuk lebih sadar budaya. 

Salah satu strategi yang paling kuat untuk meningkatkan hubungan diantara anak dari kelompok etnis yang berbeda-beda adalah kelas Jigsaw, dimana kelas yang murid dari berbagai latar belakan kultural berbeda diminta bekerja sama untuk mengerjakan beberapa bagian yang berbeda darfi suatu tugas untuk meraih tujuan yang sama. 
Lalu murid yang belajar berfikir secara mendalam dan kritis tentang relasi antaretnis kemungkinan akan berkurang prasangkanya dan tidak lagi menstereotipkan orang lain. 

MENGURANGI BIAS
Kurikulum ini lebih mendorong guru untuk menghadapi isu bias yang mengganggu ketimbang menutup-nutupi bias itu.
Berikut strategi yang direkomendasikan untuk guru :
1. Ciptakan lingkungan kelas antibias dengan memasang gambar anak dari berbagai etnis dan kultural.
2. Pilih materi drama, seni, dan aktivitas kelas yang memperkaya pemahaman etnis dan kultural. 
3. Gunakan boneka persona untuk anak kecil.
4. Bantu murid menolak stereotip dan diskriminasi.
5. Ikutlah dalam aktivitas peningkatan kesadaran untuk memahami pandanngan kultural anda sendiri. 
6. Bangun dialog guru / orangtua yang membuka diskusi tentang masing-masing pandangan. 

SEKOLAH DAN KOMUNITAS SEBAGAI SATU TIM 

Ada tiga aspek dari Comer Project yakni :
1. Pemerintah dan tim manajement yang mengembangkan rencana sekolah yang komperhensif, penilaian strategi, dan program pengembangan staf.
2. Tim pendukung sekolah dan kesehatan mental.
3. Program orangtua.
program Comer menekankan pendekatan no-fault (yakni fokus pada pemecahan masalah, bukan saling menyalahkan), tidak ada keputusan kecuali melalui konsensus dan tidak ada "paralysis" (tidak ada suara tidak setuju yang bisa menghadang keputusan mayoritas. 






Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Life - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -